Pages

Tampilkan postingan dengan label KUE LAINNYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUE LAINNYA. Tampilkan semua postingan

Ande-Ande Lumut Bersalut Parutan Kelapa

Sejatinya, ande-ande lumut merupakan sebuah cerita rakyat yang berasal dari Jawa. Salah satu versi ceritanya yang populer mengisahkan dan berkaitan dengan bersatunya (kembali) Kerajaan Jenggala dan Kediri. Namun, ande-ande lumut ternyata juga menjadi nama salah satu penganan tradisional nusantara yang bahan baku utamanya berupa singkong. Versi penganan ande-ande lumut yang lazim ditemukan adalah mirip kolak singkong. Ande-ande lumut ini agak unik dan berbeda dengan ande-ande lumut pada umumnya karena terdapat penggunaan parutan kelapa dan disajikan dengan juruh atau kinca gula jawa.

Ande-Ande Lumut Bersalut Parutan Kelapa
BAHAN:
1/2 kg singkong parut
1 sdm gula pasir
Sedikit garam
2-3 sdm santan kental
Kesumba warna merah dan hijau
Parutan kelapa dari 1/2 butir kelapa sedang, tambahkan 1 sdt garam

CARA MEMBUAT:
1. Buang aci (pati) singkong parut, bubuhi gula, garam, dan santan.
2. Ratakan, lalu bagi dua. Masing-masing bubuhi warna merah dan hijau.
3. Pulungi bulat-bulat sebesar ceremai, lalu tekan supaya agak pipih.
4. Masukkan ke dalam air mendidih, masak sampai terapung, angkat, tiriskan.
5. Gulingkan dengan kelapa parut bergaram, sampai tersalut kelapa semua.
6. Sajikan dengan juruh (kinca) gula jawa.

Juruh (kinca) gula jawa: 200 gr gula jawa, diiris lalu dimasak dengan sedikit air sampai hancur dan agak mengental, angkat, lalu saring.
0

Tapai Ketan Hitam Manis

Tapai adalah sejenis penganan yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi. Substrat ini biasanya berupa singkong atau beras ketan. Tapai ketan atau juga disebut tapai pulut, bisa dibuat dari beras ketan hitam maupun beras ketan putih.

Tapai yang dibuat dari beras ketan putih biasanya dicampur dengan air suji untuk menghasilkan tapai ketan yang berwarna hijau. Tapai ketan hitam biasanya disajikan bersama penganan tradisional seperti lemang dan uli ketan atau jadah ketan.
Tapai Ketan Hitam Manis
BAHAN:
500 gr beras ketan hitam
2 gelas air panas
2 sdm gula halus
2 butir ragi, haluskan
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

CARA MEMBUAT:
1. Cuci beras ketan, rendam semalaman. Tiriskan beras ketan saat akan dimasak keesokan harinya. Kukus beras ketan setengah matang.
2. Siram dengan 2 gelas air panas saat beras ketan yang dikukus sudah mengepulkan uap panas. Aduk kembali hingga rata. Lanjutkan pengukusan hingga beras ketan matang.
3. Setelah matang, ratakan beras dalam nampan, biarkan sampai dingin sepenuhnya.
4. Beri alas daun pisang pada wadah yang besar. Masukkan beras ketan, ratakan, lalu taburi dengan ragi halus dan gula halus, ratakan kembali dan tambahkan lapisan beras ketan, taburi dengan ragi, dan lakukan berulang sampai beras habis. Tutup rapat permukaan atas dengan daun pisang. Lapisi dengan kain serbet bersih di atasnya sebagai penutup. Simpan di tempat yang hangat.
5. Tapai ketan baru boleh dibuka setelah 3 hari 2 malam untuk mendapatkan hasil fermentasi yang baik.
0

Wedang Ronde

Dalam bahasa Jawa, "wedang" berarti minuman dari bahan gula dan kopi (teh, jahe, dan sebagainya) yang biasanya diseduh dengan air panas, biasanya dapat menghangatkan tubuh. Sementara kata "ronde" dalam bahasa Jawa berarti minuman yang mengandung ramuan agak pedas (seperti jahe) dengan penganan bulat-bulat kecil di dalamnya. Jadi sebenarnya penganan ini bisa juga disebut dengan nama "ronde" saja, yang berarti wedang yang disajikan bersama dengan penganan berbentuk bola-bola kecil.

Penganan ini aslinya berasal dari negeri Tiongkok, yang dalam bahasa Tionghoa disebut Tāngyuán (汤圆), yakni sejenis hidangan penutup tradisional Tionghoa yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan sedikit air untuk membentuk bola-bola kecil dan kemudian dimasak dan disajikan dalam air mendidih dengan beras ketan fermentasi, atau sirop manis (sirop jahe manis, misalnya), atau digoreng garing. Tangyuan dapat berbentuk kecil atau besar, dan diisi atau tidak terisi.

Tangyuan dimakan secara tradisional selama Yuanxiao dalam Festival Lampion (Cap Go Meh), tetapi juga disajikan sebagai hidangan penutup pada hari pernikahan Tionghoa, Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin (冬至; Pinyin: Dōngzhì) yang biasanya jatuh pada 22 Desember, dan pada setiap kesempatan seperti acara reuni keluarga, karena homofonnya untuk persatuan (团圆; Pinyin: tuányuán). Di Indonesia, ronde merupakan tangyuan yang telah bercampur dengan budaya dan cita rasa masing-masing daerah di nusantara.

Wedang Ronde

BAHAN:
1 liter air
200 gr gula pasir
2 batang serai, ambil bagian yang putih, memarkan
50 gr jahe segar, kupas, memarkan
5 butir cengkeh
100 gr kacang tanah kupas, sangrai
3 lembar roti tawar, buang pinggirnya, potong dadu 1 cm

BOLA-BOLA KETAN (RONDE):
200 gr tepung ketan siap pakai
1/8 sdt garam
150 ml air hangat
3 tetes pewarna makanan warna hijau
3 tetes pewarna makanan warna merah

CARA MEMBUAT:
1. Masak air bersama gula pasir, serai, jahe, dan cengkeh hingga mendidih. Angkat dan sisihkan.
2. Untuk Bola-Bola Ketan (Ronde):
a. Uleni tepung ketan, garam, dan air hangat hingga adonan rata dan dapat dipulung. Bagi adonan menjadi 2 bagian.
b. Bubuhi satu bagian adonan dengan pewarna hijau. Aduk rata. Bubuhi adonan lain dengan pewarna merah. Aduk rata.
c. Bentuk tiap 1/2 sdt adonan tepung menjadi bola-bola sebesar kelereng.
d. Didihkan air dalam panci. Rebus bola-bola ketan hingga mengapung. Angkat.
3. Masukkan bola-bola ketan ke dalam sirop jahe.
4. Taruh wedang dalam mangkuk-mangkuk saji. Taburi kacang sangrai dan roti tawar.
5. Sajikan hangat.

Untuk: 8 orang
1 porsi: 287 kalori
0

Colenak Peuyeum

Colenak peuyeum atau dikenal juga dengan nama tapai singkong bakar merupakan nama yang diberikan untuk kudapan yang dibuat dari peuyeum (tapai singkong) yang dibakar, disantap dengan dicocolkan pada kuah kinca yang terbuat dari gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Penganan ini merupakan kudapan khas dari kota Bandung, Jawa Barat. Nama "colenak" sendiri berasal dari "dicocol enak" yang sering disebut oleh masyarakat yang menikmati kuliner ini, yang kemudian disingkat menjadi "colenak".

Kini colenak peuyeum merupakan salah satu menu makanan istimewa yang disuguhkan di hotel berbintang meski tetap bisa diperoleh melalui pedagang kaki lima dengan harga terjangkau.

Colenak Peuyeum

BAHAN :
1 kg peuyeum (tapai singkong) yang sedang matangnya
Kelapa parut yang agak muda, kira-kira dari 1/2 kelapa
Gula jawa semanisnya
Sedikit garam
2-3 lembar daun pandan
Sedikit tepung kanji

CARA MEMBUAT :
Untuk Peuyeum : panggang di atas api arang, buang seratnya lalu potong persegi kecil.

Untuk Kuah Kinca :
1. Rebus gula jawa dengan dibubuhi 2 cangkir air sampai hancur, saring, lalu jerangkan lagi.
2. Masukkan kelapa parut, daun pandan, dan sedikit garam, didihkan lalu bubuhi kira-kira sesendok tepung kanji yang sudah dilarutkan dengan sedikit air, supaya kuahnya agak kental.
3. Rasakan, angkat, lalu dinginkan.
4. Hidangkan dengan peuyeum bakarnya.
0

Kicak Ketan

Kicak atau lebih lengkapnya kicak ketan adalah nama suatu penganan khas Jogja yang hanya muncul pada saat bulan Ramadan, yang terutama dijual di Pasar Sore Ramadan di Kauman, Yogyakarta. Kudapan tradisional khas Kampung Kauman ini dibuat dari nasi ketan putih yang telah ditumbuk halus menjadi jadah, kemudian dicampur dengan gula, parutan kelapa, pandan, serta irisan buah nangka. Untuk menambah aromanya, biasanya kicak yang dijual dibungkus dengan daun pisang.

Keunikan dan kekhasan kicak terdapat pada potongan buah nangka dan daun pandan sehingga aroma kicak sangat menggoda sebagai menu pembuka saat berbuka puasa. Selain itu, jadah yang rasanya gurih disertai dengan kerenyahan campuran parutan kelapa dan gula yang terasa manis merupakan pilihan kudapan atau takjil yang tepat untuk berbuka puasa. Terdapat variasi lain yang menggunakan kinca gula merah dalam penyajian kicak ketan ini.

Sementara jajanan tradisional kicak yang dikenal dan banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jepara, diberi nama "getuk kicak". Perbedaan utama getuk kicak ini terdapat pada bahan utamanya yang terbuat dari bahan singkong dan gula merah cair. Karena itu, untuk membedakan kedua jenis kicak ini, kicak khas Jogja dinamakan kicak ketan, sedangkan kicak khas Jepara diberi nama kicak singkong atau getuk kicak.

Kicak Ketan

BAHAN JADAH :
500 gr beras ketan putih, rendam selama 30 menit, cuci bersih
400 ml air
1 butir kelapa setengah tua, parut
1 sdt garam

BAHAN TABURAN :
400 ml air
150 gr gula pasir
3 lembar daun pandan, simpulkan
1 sdt garam
1 buah kelapa setengah tua, parut kasar
200 gr daging buah nangka, potong kotak 1 cm

BAHAN LAIN : Daun pisang secukupnya untuk alas loyang

CARA MEMBUAT :
UNTUK JADAH :
1. Kukus beras ketan di dalam dandang panas hingga matang (+/- 30 menit). Angkat, sisihkan.
2. Didihkan air, masukkan beras ketan. Masak sambil diaduk hingga air terserap habis. Masukkan kelapa dan garam, aduk rata. Angkat.
3. Kukus beras ketan di dalam dandang panas hingga matang (+/- 15 menit). Angkat. Selagi panas, tumbuk ketan hingga halus. Masukkan ke dalam loyang 24x24x4 cm yang sudah dialasi dengan daun pisang dan diolesi minyak goreng, padatkan. Sisihkan.

UNTUK KELAPA TABURAN : Masak air bersama gula, daun pandan, dan garam hingga mendidih dan gula larut. Masukkan kelapa parut, aduk rata. Angkat, sisihkan.

UNTUK PENYAJIAN : Potong jadah berbentuk kotak 1 cm atau sesuai selera. Tata di atas piring saji. Sendokkan bahan kelapa taburan dan nangka di atasnya. Sajikan.

Untuk : 6 porsi
0

Keong Talas Saus Santan

Memang unik nama penganan yang satu ini. Meskipun menyandang kata keong, penganan keong talas saus santan ini sama sekali tidak menggunakan keong sebagai salah satu bahan untuk membuatnya. Dinamakan demikian karena bentuk kudapan ini yang berulir-ulir dan bergulung menyerupai keong atau siput.

Hidangan ini juga spesial karena adonannya terbuat dari campuran umbi talas yang merupakan salah satu umbi-umbian cukup banyak terdapat di nusantara. Selain itu juga ditambahkan dengan kolang-kaling atau buah enau yang populer sebagai bahan campuran kolak, es campur, berbagai macam minuman, atau manisan. Jika biasanya Anda hanya menyuguhkan kolak pisang atau serabi saat berbuka puasa, untuk puasa tahun ini bisa dicoba suguhan yang berbeda. Bagi Anda yang sedang mencari suguhan berbeda sebagai pengantar berbuka puasa, resep kudapan manis bersaus santan ini sangat cocok sebagai salah satu pilihan untuk kesempatan ini.

Keong Talas Saus Santan

BAHAN :
BAHAN KEONG TALAS :
200 gr talas kukus, haluskan
30 gr tepung kanji
10 gr tepung beras
1/4 sdt garam
1/2 sdt esens talas

BAHAN KUAH :
1 liter air
300 gr gula merah, sisir halus
1/2 sdt garam
2 lbr daun pandan

BAHAN ISI :
250 gr kolang-kaling, masak, iris tipis
25 gr sagu mutiara, masak

BAHAN SAUS :
200 ml santan dari 1/4 butir kelapa
2 sdt tepung maizena
1/4 sdt garam
2 sdt wijen

CARA MEMBUAT :
1. Rebus bahan kuah sambil diaduk sampai mendidih. Saring, sisihkan.
2. Aduk bahan keong talas. Ambil 1 sendok teh lalu pipihkan. Tekan di garpu lalu gulung.
3. Rebus keong talas dalam air mendidih sampai terapung. Masukkan ke dalam rebusan kuah. Didihkan kembali di atas api kecil.
4. Rebus bahan saus sampai mendidih, kecuali wijen.
5. Setelah dingin, sendokkan keong talas ke dalam mangkuk bersama kuahnya dan bahan isi, siram dengan saus, taburkan wijen.

Untuk : 6 porsi
0

Bubur Candil

Bubur candil merupakan penganan tradisional khas Jawa. Dari tampilannya, bubur candil memiliki kemiripan dengan kolak biji salak yang berasal dari Sumatera Barat. Yang membedakannya adalah penggunaan bahan ubi jalar kuning/putih dan tepung sagu pada kolak biji salak, sementara bubur candil menggunakan bahan dari tepung ketan. Selain itu, bentuk bahan candil lebih bundar sedangkan kolak biji salak bentuknya dibuat lebih lonjong.

Bubur Candil

BAHAN :
CANDIL :
200 gr tepung ketan
175 ml air hangat
1/2 sdt garam

BUBUR :
800 ml air
200 gr gula merah, sisir
1 lbr daun pandan
50 gr tepung beras, larutkan dengan 50 ml air

KUAH SANTAN :
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa kupas parut
1 lbr daun pandan
1/4 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Candil : Aduk tepung ketan, air, dan garam sampai rata, lalu bentuk bulat sebesar kelerang, sisihkan.
2. Untuk Bubur : Rebus air bersama gula merah dan daun pandan sampai mendidih. Angkat, lalu saring dan didihkan lagi.
3. Masukkan bola-bola candil, rebus sampai mengapung. Kalau sudah mengapung semua, masukkan larutan tepung beras.Aduk sampai mendidih dan kental, angkat.
4. Untuk Kuah Santan : Rebus semua bahan hingga mendidih, angkat. Sajikan bubur candil dengan kuah santan.

Untuk : 4 porsi
0

Kue Mega Mendung

Kue ini diberi nama kue mega mendung karena terdiri dari dua bagian warna yakni putih dan cokelat yang menyerupai warna mega (awan) yang sedang mendung. Kue ini terbuat dari perpaduan bahan-bahan tradisional dan bahan modern berupa susu cair, dan merupakan salah satu variasi dan kreasi kue yang berbahan utama berupa tepung hunkue.

Kue Mega Mendung

BAHAN 1 :
100 gr tepung hunkue, cairkan dengan sedikit air
800 ml susu cair
1 sdt garam
2 lembar pandan
Daun pisang yang masih muda secukupnya

BAHAN 2 :
100 gr tepung hunkue, cairkan dengan sedikit air
800 ml susu cair
1/2 sdt garam
250 gr gula merah, sisir halus
2 lembar daun pandan

CARA MEMBUAT :
1. Adonan 1 : Masak susu cair dengan garam dan daun pandan sampai mendidih. Masukkan tepung hunkue yang telah dicairkan, aduk rata, angkat.
2. Adonan 2 : Masak susu cair dengan gula merah, garam, dan daun pandan sampai gula merah larut, angkat lalu saring.
3. Didihkan lagi dan masukkan tepung hunkue yang telah dicairkan, aduk rata jangan sampai bergerindil, angkat.
4. Siapkan daun pisang atau plastik dan isi dengan satu sendok makan adonan 1 dan satu sendok makan adonan 2. Buat pola marmer, lalu bungkus bentuk kotak panjang. Dinginkan.

Untuk : 15 bungkus
0

Apem Gula Merah

Kue apem memang banyak sekali variasi dari segi rasa dan bentuknya. Kue apem gula merah ini bentuknya mirip dengan kue serabi karena memang dibuat dengan menggunakan wajan atau cetakan serabi. Ciri khas kue apem gula merah ini adalah penggunaan telur dan ragi instan serta disajikan dengan tambahan kuah kinca gula merah.

Apem Gula Merah

BAHAN :
300 gr tepung beras
300 ml air kelapa
100 gr gula merah, sisir halus
2 butir telur
1/2 sdm ragi instan

BAHAN KINCA :
200 gr santan sedang
75 gr gula merah
2 sdm gula pasir
1 lembar daun pandan
1/4 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Uleni semua bahan sampai lembut selama 15 menit. Diamkan 1 jam.
2. Panaskan wajan serabi, lalu tuangkan adonan. Tutup dan biarkan hingga matang. Angkat dan sajikan dengan kuah kinca.
3. Untuk Kuah Kinca : Rebus bahan-bahannya sampai mendidih, lalu saring dan dinginkan.

Untuk : 12 buah
0

Bola Ketan Serundeng

Salah satu penganan tradisional yang terbuat dari beras ketan dengan paduan santan dan parutan kelapa adalah bola ketan serundeng. Umumnya penganan dengan bahan beras ketan sangat sesuai dinikmati bersama santan atau parutan kelapa. Hal ini dikarenakan rasa gurih dari kelapa dan santan dapat menyatu dengan legitnya beras ketan. Kue ini bisa dinikmati sebagai camilan atau kudapan sore hari, juga bisa dibuat sebagai bekal untuk sekolah anak atau untuk piknik keluarga.

Bola Ketan Serundeng

BAHAN BOLA KETAN:
600 gr beras ketan, rendam 3 jam
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 sdt garam halus

BAHAN SERUNDENG :
300 gr kelapa tua, kupas, parut memanjang
50 gr gula pasir
1 sdm gula merah, iris halus
1 sdm bawang putih goreng, haluskan
2 sdm bawang merah goreng, haluskan
1 sdt ketumbar, haluskan
1 cm serai
1 lembar daun salam
1/2 sdt garam halus

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Serundeng : Campur kelapa parut dengan bawang merah, bawang putih, ketumbar, garam, serai, dan daun salam. Aduk rata. Masak dengan api kecil di atas wajan hingga kelapa setengah kering. Tambahkan gula merah dan gula pasir, masak kembali hingga serundeng berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan dinginkan.
2. Untuk Bola Ketan : Kukus beras ketan 10 menit atau hingga menjadi aron, angkat.
3. Di tempat terpisah, rebus santan dengan garam hingga mendidih. Angkat. Siram aron ketan dengan santan panas, aduk rata. Diamkan hingga santan terserao habis. Kukus aron hingga ketan matang, angkat.
4. Selagi hangat, ambil sejumpur adonan ketan, bentuk bulat. Guling rata di atas serundeng kelapa.

Untuk : +/- 30 buah
0

Lemang

Lemang merupakan sejenis penganan tradisional khas Melayu populer yang terbuat dari campuran beras ketan dan santan. Nuansa tradisionalnya sangat terasa karena penggunaan bambu sebagai media untuk memasakanya, di mana campuran bahan tersebut dimasukkan ke dalam seruas bambu yang sebelumnya dilapisi daun pisang kemudian dibakar. Lemang terkenal di seluruh nusantara dan juga negara-negara yang termasuk dalam rumpun Melayu, seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Bagi suku Melayu, lemang biasa disantap pada saat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Kota Tebingtinggi di Sumatera Utara bahkan mendapat julukan sebagai kota lemang karena cita rasa lemangnya yang terkenal kelezatannya. Lemang juga dikenal sebagai salah satu makanan tradisional suku Dayak untuk pesta dan upacara adat.

Lemang lebih nikmat disantap selagi masih hangat. Cara mengonsumsi lemang berbeda-beda antara daerah yang satu dengan lainnya. Ada yang senang menikmatinya dengan cara manis (seperti dengan ditambah tapai ketan hitam, selai, kinca, atau srikaya) atau dengan cara asin (rendang, telur, dan lauk-pauk lainnya). Malah ada juga yang memakannya dengan buah-buahan seperti durian.

Lemang
BAHAN :
1 kg beras ketan
1 liter santan dari 3 butir kelapa
2 batang bambu ukuran sedang
Garam secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Cuci beras ketan dan tiriskan.
2. Gulung daun pisang dan masukkan ke dalam bambu sesuai bulatan bambu.
3. Masukkan santan ke dalam bambu.
4. Masukkan beras ketan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang, sisakan ruang sekitar satu atau dua inci, dan jangan terlalu penuh. Tutup bagian atas bambu dengan daun pisang.
5. Bakar dengan menggunakan api sedang selama satu jam. Bolak-balikkan bambu setiap 15 menit agar matang merata.
6. Setelah tidak terlalu panas, keluarkan lemang dari bambu lalu potong kecil-kecil dan lemang siap disajikan. Sajikan dan nikmati lemang dengan tambahan bahan lain sesuai selera masing-masing.
0

Krasikan

Krasikan merupakan salah satu kue tradisional khas dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Krasikan memiliki bentuk yang hampir mirip dengan jenang atau dodol, namun teksturnya lebih kasar karena terbuat dari beras ketan dan kelapa parut yang disangrai, di mana butiran-butiran beras ketan tersebut masih nampak. Di Sumatera, kue yang mirip dengan krasikan diberi nama alupadeh, dengan bahan tambahan berupa bubuk jahe.

Krasikan
BAHAN :
300 gr ketan
1 sdt air kapur sirih
1 butir kelapa, parut
250 gr gula merah
500 ml santan dari 1 butir kelapa

CARA MEMBUAT :
1. Rendam campuran beras ketan dan air kapur sirih +/- 1 jam dalam air yang cukup, cuci, dan tiriskan.
2. Sangrai ketan hingga kecokelatan, angkat, tumbuk agak halus selagi masih panas, sisihkan.
3. Sangrai kelapa parut sampai kecokelatan, angkat, tumbuk halus hingga berminyak, sisihkan.
4. Rebus gula merah bersama santan sampai mendidih, saring, dan diamkan.
5. Kecilkan api, masukkan ketan dan kelapa tumbuk, aduk rata hingga kering, angkat.
6. Tuang adonan krasikan ke dalam loyang yang dialasi daun pisang/plastik, ratakan dan tekan-tekan supaya padat.
7. Setelah dingin, potong-potong dengan ukuran persegi atau sesuai selera.

0

Kolak Biji Salak

Kolak biji salak merupakan salah satu makanan tradisional khas daerah Sumatera Barat. Dinamakan biji salak karena bentuk kuenya bulat lonjong menyerupai biji salak. Bahan utama untuk membuat kue biji salak ini adalah ubi jalar, terutama yang berwarna kuning atau putih.

Kolak biji salak dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis ditambah dengan kuah biasanya disajikan sebagai salah satu takjil favorit untuk menu berbuka puasa.

Kolak Biji Salak

BAHAN BIJI SALAK :
250 gr ubi jalar kuning/putih, kupas, kukus, haluskan
4 sdm tepung sagu
3 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
1 sdm air

KUAH GULA MERAH :
150 gr gula merah atau sesuai selera, sisir
2 lembar daun pandan
2 sdm gula pasir
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 sdt tepung sagu, larutkan dengan 1 sdt air

KUAH SANTAN :
150 ml santan yang dibuat dari 1/2 butir kelapa
1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Biji Salak : Campurkan ubi jalar, tepung sagu, gula, garam, dan air. Uleni hingga rata dan membentuk adonan.
2. Ambil adonan sedikit demi sedikit dan bentuk menjadi bulat lonjong kecil-kecil (menyerupai bentuk biji salak).
3. Didihkan air, rebus biji salak sampai mengapung. Angkat, kemudian tiriskan.
4. Untuk Kuah Gula Merah : Masak gula merah, tambahkan daun pandan, gula pasir, santan, dan tepung sagu sambil diaduk sampai meletup-letup. Sisihkan.
5. Untuk Kuah Santan : Masak santan dan garam sambil diaduk hingga mendidih.
6. Tata biji salak yang sudah selesai dibuat ke dalam mangkuk. Kemudian siramkan kuah gula merah dan kuah santan. Sajikan.

Untuk : 4 porsi
0

Kue Tepung Hunkue Isi Nangka

Kue tepung hunkue isi nangka ini merupakan salah satu variasi kue nusantara yang dibuat dari tepung hunkue dengan bahan isi berupa buah nangka. Bahan dan cara membuat kue hunkue ini termasuk ringkas dan sederhana serta memiliki kemiripan dengan kue pisang yang sama-sama terbuat dari tepung hunkue.

Kue tepung hunkue isi nangka dengan rasa yang manis dan segar ini cocok dijadikan sebagai salah satu hidangan kue untuk berbuka puasa di bulan Ramadan ini.

Kue Hunkue Isi Nangka
BAHAN :
100 gr tepung hunkue
125 gr gula pasir
850 ml santan dari 1 butir kelapa
100 gr nangka, potong korek api
1 lembar daun pandan, buat simpul
1/4 sdt garam halus
1/4 sdt bubuk vanili

CARA MEMBUAT :
1. Campur tepung hunkue dengan santan, garam, gula pasir, daun pandan, dan vanili, lalu aduk rata.
2. Tuang campuran tepung hunkue ke dalam panci, masak sambil terus diaduk hingga mendidih dan matang. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan potongan nangka, aduk rata. Angkat.
3. Masukkan 2 sdm adonan selagi panas ke dalam plastik mika, bungkus, dan tekan sisinya agar kue berpingggang. Lakukan hingga adonan habis dan dinginkan.

Untuk : +/- 15 buah
0

Roti Jala Saus Durian

Meski menyandang kata roti, bentuk roti jala tidak menyerupai roti pada umumnya. Roti jala merupakan penganan tradisional khas Melayu, sehingga bisa ditemukan di daerah Sumatera Utara, Riau serta Semenanjung Malaysia dan Singapura.

Dinamakan roti jala karena bentuk kuenya yang dibuat menyerupai jala atau jaring. Roti jala biasa disajikan bersama kari atau saus durian. Untuk saus bisa dikembangkan dan dikreasikan sesuai selera masing-masing, seperti srikaya dan cokelat.

Roti jala biasanya disajikan di acara-acara silaturahmi keluarga dan sosial, seperti pesta pernikahan, kenduri, dan syukuran masyarakat Melayu. Roti jala juga sering disajikan sebagai hidangan pada saat perayaan Idul Fitri.

Roti Jala Saus Durian
BAHAN ROTI JALA :
150 gr tepung terigu protein sedang
250 ml santan dari 1/4 butir kelapa (bisa juga diganti dengan susu cair)
2 butir telur ayam, kocok
1 sdt garam
2 sdm minyak goreng
1 sdm margarin, lelehkan

BAHAN SAUS DURIAN :
200 gr daging buah durian
300 ml santan, dari 1/2 butir kelapa
100 gr gula merah, sisir halus
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan

CARA MEMBUAT ROTI JALA :
1. Masukkan semua bahan roti jala sampai tercampur rata. Saring supaya tidak terdapat butiran kasar yang bisa tersangkut pada lubang wadah cetakan nanti.
2. Masukkan adonan ke dalam wadah cetakan roti jala atau plastik segitiga.
3. Panaskan wajan antilengket dengan api kecil, semprotkan adonan di atas wajan dengan gerakan membentuk jala atau jaring.
4. Jika sudah matang, pindahkan roti jala ke piring, balikkan sehingga bagian atas menghadap ke bawah, kemudian digulung.
5. Ulangi sampai adonan habis.
6. Sajikan roti jala dengan siraman saus durian.

CARA MEMBUAT SAUS DURIAN :
1. Masak santan, gula, dan garam hingga mendidih. Saring.
2. Masak lagi bersama daun pandan dan daging buah durian sambil diaduk sampai mendidih. Saus durian siap dihidangkan bersama roti jala.

Tips : Simpan roti jala dalam wadah kedap udara agar tidak menjadi kering dan keras.
0

Kue Pisang Tepung Hunkue

Kue pisang merupakan kue tradisional khas Pulau Jawa. Kue pisang ini memiliki kemiripan dengan kue nagasari dari segi bentuk dan tampilannya dan penggunaan buah pisang.

Perbedaannya adalah tepung yang digunakan untuk membuat kue nagasari adalah tepung beras dan tepung sagu, sementara kue pisang ini menggunakan tepung hunkue.

Karena kemiripannya, sering timbul kekeliruan dalam membedakan antara kue pisang dan kue nagasari ini. Selain pisang, buah yang juga bisa dipakai untuk membuat kue dengan tepung hunkue ini adalah nangka. Dari segi ukuran, biasanya kue nagasari lebih tebal dari kue pisang ini. Kue nagasari ini cocok disajikan sebagai kue manis untuk berbuka puasa.

Kue Pisang

BAHAN :
1 bungkus (+/- 125 gr) tepung hunkue
8-10 bh pisang kepok tua, atau 2 bh pisang tanduk, kukus matang
200 gr gula pasir
1250 ml santan dari 1,5 butir kelapa
1/4 sdt vanili
1/4 sdt garam
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

CARA MEMBUAT :
1. Kupas pisang, potong miring +/- 1 cm, sisihkan.
2. Cairkan tepung hunkue dengan sebagian santan, sisihkan.
3. Didihkan sisa santan, gula, garam, dan vanili. Masukkan larutan tepung hunkue, aduk sampai kental dan matang.
4. Ambil sepotong daun pisang, beri 1 sdm adonan tepung selagi panas, taruh 1 potong pisang, tutup dengan 1 sdm adonan.
5. Lipat daun ke depan dan lipat lagi kedua ujungnya ke tengah sehingga kue terbungkus dan berukuran +/- 4 x 7 cm.
6. Biarkan kue dingin dan mengeras, rapikan dan sajikan.
0

Madumongso

Madumongso merupakan kue tradisional khas Jawa, terutama daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang bentuknya mirip dengan dodol atau jenang tapi dengan tekstur yang agak kasar. Dengan bahan dasar berupa tape ketan hitam, santan, dan gula, rasa madumongo merupakan perpaduan antara rasa manis dan asam.

Dengan bentuk yang menyerupai permen, madumongso bisa disajikan sebagai kue untuk hari raya. Madumongso dengan rasa manis-asam ini juga cocok dinikmati sebagai camilan bersama segelas teh tawar atau kopi pahit di sore hari.

Madumongso

BAHAN :
400 gr tape ketan hitam, tiriskan
300 ml santan kental
100 gr gula pasir
100 gr nangka matang, potong kecil
Kertas minyak

CARA MEMBUAT :
1. Masak gula dan santan sambil diaduk sampai kental dan berminyak.
2. Masukkan tape ketan hitam, aduk sampai mengental. Tambahkan nangka. Dinginkan.
3. Ambil 1 lembar kertas minyak, lalu isikan dengan 1 sdm adonan madumongso. Bungkus seperti permen. Simpan dalam stoples.

Untuk : 20 buah
0

Kue Cantik Manis

Memang cantik dan manis kue yang satu ini sehingga diberi nama kue cantik manis. Rasanya yang lembut dengan tekstur sedikit kenyal dibuat dengan bahan utama berupa tepung hunkue dan santan. Kue cantik manis merupakan salah satu kue nusantara populer yang berasal dari Pulau Jawa.

Kue cantik manis ini termasuk mudah dalam pembuatannya, tetapi membutuhkan kesabaran ekstra karena harus membungkusnya satu per satu dalam kemasan plastik atau daun pisang.

Kue cantik manis ini juga terkenal dengan nama lain seperti kue jentik manis atau cente manis. Kue cantik manis sangat cocok disajikan sebagai kue untuk berbuka puasa.

Kue Cantik Manis

BAHAN :
500 ml santan dari 1 butir kelapa
60 gr tepung hunkue
100 gr gula pasir
2 lembar daun pandan, disimpulkan
1/4 sdt garam
1/8 sdt vanili bubuk
100 gr sagu mutiara berwarna
Plastik atau daun pisang sebagai pembungkus

CARA MEMBUAT :
1. Rebus sagu mutiara dengan air mendidih yang cukup banyak sampai matang dan bening, kemudian saring, cuci, dan tiriskan.
2. Larutkan tepung hunkue dan 250 ml santan (dari 500 ml santan). Sisihkan.
3. Rebus dengan api sedang sisa santan, garam, daun pandan, gula pasir, dan vanili bubuk sambil diaduk sampai mendidih dan gula larut.
4. Tuang larutan tepung hunkue. Aduk rata. Masak lagi sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat. Masukkan sagu mutiara. Aduk sampai sagu mutiara menyebar merata.
5. Ambil adonan. Sendokkan di atas plastik dan bungkus. Lipat dan biarkan dingin.

Untuk : 13 bungkus

NB : Sagu mutiara bisa juga diganti dengan biji delima atau pacar cina sesuai selera.
0

Serabi Inggris

Meski namanya menyandang kata "Inggris", kue serabi ini bukanlah berasal dari negara Inggris, melainkan merupakan kue tradisional khas Semarang dan daerah Jawa Tengah lainnya.

Tidak ada yang tahu pasti asal usulnya mengapa kue serabi khas Semarang ini sampai dinamakan serabi inggris. Bisa jadi karena banyak disukai orang Inggris yang ikut datang ke Indonesia sebagai tentara Sekutu pada zaman revolusi kemerdekaan dulu.

Serabi Inggris

BAHAN :
250 gr tepung beras
50 gr tepung sagu
125 gr gula pasir
5 gr ragi instan
1/2 sdt garam
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa parut
Pewarna kue/makanan berwarna merah

KUAH SANTAN :
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
Garam secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan tepung beras, sagu, gula pasir, ragi instan, dan garam. Aduk sampai rata. Tuangkan santan, aduk-aduk hingga adonan halus. Beri pewarna merah, aduk hingga warna merata. Diamkan +/- 1 jam.
2. Panaskan cetakan serabi, lalu tuangkan +/- 25 ml adonan ke dalamnya. Tutup cetakan, masak sampai matang dan berlubang-lubang,angkat. Hidangkan dengan kuah santan.
3. Untuk membuat kuah santan : masak santan dan garam dengan api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.

Untuk : 4 porsi.

Sumber : NOVA
0

Kue Talam Jagung Manis

Bagi Anda yang pernah menikmati makanan di rumah makan dan restoran masakan khas tradisional nusantara, seperti Jawa, Sunda, Minang, atau Melayu, terutama di kota Medan, Padang, dan Pekanbaru, tentunya sudah tidak asing dengan kue yang satu ini. Ya, kue talam jagung manis yang sebenarnya merupakan kue khas Thailand yang dikenal dengan nama kue tako-tako (kadang ditulis "dako"), atau kue talam tako, ini bisa kita temui di rumah-rumah makan atau restoran tersebut yang disuguhkan sebagai kue pembuka sambil menunggu hidangan utama disajikan. Kadang juga disajikan sebagai makanan pencuci mulut.

Selain itu, kue talam jagung manis ini juga bisa dijumpai di acara-acara keluarga, kantor, pesta pernikahan, arisan sebagai kue kecil yang ikut memeriahkan suasana. Tampilan kuenya yang mungil dipadu aroma hunkue bercampur daun pandan yang mewangi serta rasanya yang manis sangat menggoda setiap orang untuk mencicipinya. Kita juga bisa mencoba membuat kue ini karena bahan dan cara membuatnya yang sederhana.

Kue Talam Jagung Manis

BAHAN :
100 gr tepung kacang hijau atau tepung hunkue
200 gr gula pasir
230 gr jagung manis
400 ml santan
20 gr tepung maizena
1 sdt garam
Daun pandan yang lebar untuk membuat takir

CARA MEMBUAT :
1. Campur semua bahan, aduk sampai gula larut. Panaskan di atas api sedang sambil diaduk hingga kental. Angkat.
2. Masukkan sesendok adonan ke dalam takir daun pandan yang sudah dibuat sebelumnya. Ratakan dan dinginkan. Sajikan setelah dingin dan mengeras. Lebih enak lagi jika dinikmati setelah disimpan di dalam kulkas.

Foto direproduksi dari Majalah Kartini
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com