Pages

Tampilkan postingan dengan label KUE REBUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUE REBUS. Tampilkan semua postingan

Buras

Buras atau burasa adalah makanan tradisional masyarakat Bugis yang berasal dari Sulawesi Selatan. Buras memiliki kemiripan dengan makanan tradisional lainnya yang sudah umum dikenal yakni ketupat.

Sama seperi halnya ketupat, buras juga merupakan makanan tradisi yang wajib disajikan saat hajatan khusus keluarga dan hari-hari besar keagamaan dalam masyarakat Bugis. Perbedaan buras dengan ketupat adalah buras dimasak khusus dengan campuran santan, sehingga buras rasanya gurih dengan aromanya yang khas.

Buras
BAHAN :
1/2 kg beras cuci bersih
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 lembar daun salam
1 batang serai
Garam secukupnya
Daun pisang dan tali

CARA MEMBUAT :
1. Kukus beras sampai setengah matang, angkat. Campur dengan santan mendidih, daun salam, sereh, dan garam. Aduk rata.
2. Masak beras setengah matang sampai santan terserap. Tumbuk sampai agak hancur.
3. Ambil 2 sendok makan beras setengah matang. Bungkus dengan daun pisang bentuk lonjong.
4. Ikat tiap dua bungkus jadi satu ikatan.
5. Rebus air hingga mendidih, kemudian masukkan bungkusan tersebut. Rebus selama 2 jam. Jika air rebusan habis, tambahkan air panas.
6. Hidangkan buras dengan rendang atau gulai.

Untuk: 10 ikat
0

Taluh Penyu

Taluh penyu adalah kue tradisional yang berasal dari Bali. Taluh dalam bahasa Bali berarti telur, jadi taluh penyu ini berarti kue yang bentuknya menyerupai telur penyu.

Taluh Penyu

BAHAN :
500 gr tepung ketan
500 gr gula jawa
1 butir kelapa setengah muda, parut memanjang
2 sdm air kapur sirih
1/2 sdm garam
2 lbr daun pandan
200 ml air daun suji
200 gr tepung beras, sangrai

CARA MEMBUAT :
ISI :
1. Campur parutan kelapa dengan gula, daun pandan, dan sedikit air kapur sirih untuk penyedap aroma.
2. Uleni sebentar lalu panaskan di atas kompor dengan api kecil, aduk-aduk sampai matang, angkat, dinginkan.
3. Bentuk adonan dengan dipulung kecil-kecil bulat agak lonjong.

ADONAN KULIT :
1. Campur tepung ketan dengan air suji, garam sampai bisa digulung, ambil sedikit dipipihkan lalu taruh di atasnya.
unti yang sudah dipulung, tutup sampai untinya tidak kelihatan.
2. Panaskan air sampai mendidih. masukkan adonan yang sudah dipulung-pulung, sedikit- sedikit hingga mengembang, angkat dan tiriskan.
3. Gulingkan ke dalam tepung beras yang sudah disangrai, sajikan.

Untuk : 60 buah
0

Bubur Sumsum

Bubur sumsum adalah sejenis penganan tradisional nusantara berupa bubur berwarna putih yang dimakan dengan siraman saus atau kinca gula merah. Penganan ini terutama dikenal di Jawa, namun juga bisa ditemukan di seluruh nusantara, bahkan sampai ke negeri jiran Malaysia.

Diberi nama bubur sumsum karena penampilannya yang seperti sumsum tulang. Sumsum dalam bahasa Jawa berarti kekuatan tubuh manusia, sehingga bubur sumsum ini merupakan salah satu makanan yang ada di setiap upacara selamatan. Bubur sumsum terbuat dari bahan utama tepung beras, memiliki kemiripan dengan kue padamaran yang berasal dari Jambi. Bubur sumsum juga dikenal dengan nama bubur saring, bubur tepung, atau bubur tepung beras.

Bubur Sumsum
BAHAN BUBUR :
100 gr tepung beras
100 ml air
4 sdm susu bubuk, tambahkan 550 ml air
1/2 sdt garam

BAHAN SAUS KINCA :
100 gr gula merah, sisir halus
200 ml air
1 lbr daun pandan, ikat

CARA MEMBUAT :
1. Aduk bahan bubur sumsum, lalu jerang di atas api sedang.
2. Masak bubur sumsum sambil diaduk hingga meletup-letup. Sisihkan.
3. Rebus bahan saus hingga mendidih, saring lalu dinginkan.
4. Setelah dingin, hidangkan bubur sumsum dengan disiram saus kincanya.

Untuk : 6 porsi
0

Jaje Bantal

Pulau Bali selain terkenal dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya, ternyata juga memiliki khazanah aneka kue tradisional enak dan unik yang menggoda selera kita untuk mencobanya, di antaranya jaje bantal ini.

Jaje atau jaja dalam bahasa Bali berarti kue, jadi jaje bantal ini berarti kue bantal, mungkin dikarenakan bentuk kuenya yang menyerupai bantal kecil. Jaje bantal ini hampir sama dengan kue bantal pisang, bedanya jaje bantal ini juga menggunakan kacang merah selain pisang. Jaje bantal ini memiliki kemiripan dengan kue lepet kacang merah.

Jaje Bantal

BAHAN :
250 gr ketan
150 gr kelapa parut
200 gr pisang tanduk, iris kecil
50 gr kacang merah, rebus dan potong kecil
1 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
Janur dan tali plastik untuk pembungkus

CARA MEMBUAT :
1. Rendam ketan selama lebih kurang 1 jam. Kukus ketan setengah masak, angkat.
2. Campur ketan dengan kelapa parut, pisang, kacang merah, gula pasir, dan garam, aduk rata.
3. Bungkus dengan janur dan tali membentuk bantal, lalu rebus sampai masak selama lebih kurang 1 jam, angkat, dinginkan.
4. Jaje bantal siap dihidangkan.

Untuk : 10 buah
0

Bubur Kue Kerang Ubi

Walaupun memakai kata "kerang", penganan tradisional khas nusantara ini sama sekali tidaklah menggunakan kerang sebagai salah satu bahan kue atau buburnya.

Dinamakan bubur kue kerang ubi karena makanan ini merupakan perpaduan antara kue kerang ubi yang disajikan bersama dengan kuah bubur, sementara nama kerang ubinya sendiri dikarenakan adonan ubi dipipihkan dengan punggung garpu, lalu digulung sehingga menyerupai bentuk kerang atau kepompong.

Bubur kue kerang ubi yang biasa disajikan bersama saus kental santan pandan dengan cita rasa manis ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu hidangan menu berbuka puasa di bulan Ramadhan nanti.

Bubur Kue Kerang Ubi

BAHAN ADONAN KUE :
250 gr ubi putih
100 gr tepung sagu
25 ml air (untuk menguleni tepung sagu dan ubi putih)
1/2 sdt garam
Pewarna makanan merah dan hijau

BAHAN KUAH BUBUR :
1 liter air
200 gr gula merah
5 sdm gula pasir
4 lbr daun pandan
100 gr tepung beras, larutkan dalam 100 ml air

SAUS SANTAN :
350 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt garam
2 lbr daun pandan

CARA MEMBUAT :
UNTUK KUE KERANG UBI :
1. Kupas ubi lalu kukus sampai matang dan empuk. Angkat lalu haluskan, campur dengan tepung sagu, air, dan garam. Uleni hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing diberi warna hijau, merah, dan 1 bagian dibiarkan tetap putih.
2. Ambil sedikit adonan, bulatkan, lalu pipihkan dengan punggung garpu, lalu gulung hingga membentuk kepompong atau kerang. Kerjakan hingga adonan habis.

UNTUK KUAH BUBUR :
3. Didihkan air, gula merah, gula pasir, dan daun pandan. Saring, masak kembali di atas api, masukkan kue kerang ubi, rebus hingga mengapung dan matang.
4. Masukkan larutan tepung beras ke dalam panci, aduk rata.

UNTUK SAUS SANTAN :
5. Campur semua bahan saus, didihkan sambil diaduk terus agar santan tidak pecah.
6. Sajikan bubur kue kerang ubi bersama santan.

Untuk : 4 porsi
0

Selendang Mayang

Selendang mayang merupakan sejenis minuman tradisional khas Betawi. Minuman ini sendiri terdiri dari potongan kue kecil yang diberi nama "selendang mayang", dan disajikan bersama kuah santan dan sirup gula merah (kinca) serta es batu, sehingga terasa lebih segar. Sajian selendang mayang yang manis dan dingin menyegarkan ini disertai potongan kue kecilnya sangat cocok dijadikan sebagai pilihan makanan sekaligus minuman untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan ini.

Selendang Mayang

BAHAN ADONAN KUE :
60 gr tepung sagu aren
30 gr tepung beras
1/2 sdt garam
200 ml air daun suji
300 ml air

BAHAN KUAH SANTAN :
500 ml santan
1/2 sdt garam

BAHAN SIRUP GULA MERAH :
300 gr gula merah
150 ml air
3 lbr daun pandan

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Selendang Mayang : Bersihkan tepung sagu aren dari kotorannya, lalu campur dengan tepung beras, garam, air daun suji, dan air biasa. Masak sambil terus diaduk sampai adonan mengumpal dan mengkilat. Angkat lalu tuang di atas loyang, ratakan. Setelah dingin dan membeku, potong-potong sesuai selera.
2. Untuk Kuah Santan : Didihkan santan bersama garam sampai mendidih sambil diaduk agar santan tidak pecah. Angkat, sisihkan.
3. Untuk Sirup Gula Merah : Rebus gula merah, air, dan daun pandan sampai gula hancur. Angkat lalu saring.
4. Taruh potongan selendang mayang dalam gelas bersama sirup gula merah dan santan. Tambahkan es batu, sajikan segera.

Untuk : 10 gelas
0

Kue Putri Mandi

Kue putri mandi merupakan kue tradisional nusantara yang berasal dari Pulau Jawa. Dilihat dari bentuk dan cita rasanya, kue putri mandi memiliki kemiripan dengan kue mendut yang dikenal di Jawa Tengah dan kue Bugis khas Betawi.

Perbedaannya adalah kue mendut dibungkus daun (biasanya berbentuk tum) dan saus santan kentalnya disiram dahulu baru kemudian dikukus. Demikian juga pada kue bugis khas Betawi, dibungkus daun berbentuk kerucut, disiram saus santan baru dikukus. Sementara kemiripan antara ketiga kue ini adalah sama-sama berisi enten kelapa dan menggunakan bahan saus santan kental.

Kue Putri Mandi

BAHAN ADONAN KULIT :
250 gr tepung ketan
50 gr tepung kanji/sagu
1/4 sdt garam
125 ml santan cair
Pewarna merah dan hijau (air daun suji)

BAHAN ISI ENTEN KELAPA :
150 gr gula merah, iris halus
1/2 butir kelapa muda, parut kasar memanjang
100 ml air
2 lembar daun pandan, potong masing-masing 5 cm
1/8 sdt garam

BAHAN KUAH / SAUS SANTAN KENTAL :
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt tepung beras
2 lembar daun pandan, sobek, buat simpul 1/8 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Isi Enten Kelapa : Masak semua bahan isi dengan api kecil sambil diaduk sampai kering. Angkat, bagi menjadi 30 bulatan. Sisihkan.
2. Untuk Kuah / Saus Santan Kental : Masak semua bahan kuah dengan api kecil sambil diaduk sampai mendidih. Angkat, sisihkan.
3. Untuk Bahan Adonan Kulit : Campur dan uleni semua bahan adonan kulit (kecuali pewarna) sambil menuangkan santan cair sedikit demi sedikit sampai adonan kalis dan dapat dibentuk. Bagi adonan menjadi 2 bagian, lalu beri pewarna merah dan hijau. Bulatkan masing-masing warna adonan menjadi bola-bola kecil sebanyak 15 butir. Pipihkan, beri isi enten kelapa pada adonan, tutup dan bulatkan kembali.
4. Rebus dalam air mendidih sampai matang dan terapung. Angkat, tiriskan.
5. Hidangkan dengan dengan disiram saus santan kental.

Untuk : 30 butir
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com