Pages

Kue Sagon Kelapa

Kue sagon kelapa ini merupakan salah kue tradisional nusantara yang cukup populer karena bisa ditemukan di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera, dengan berbagai variasi bentuk dan rasa yang berbeda. Tapi intinya, kue sagon kelapa menggunakan bahan dasar utama berupa kelapa parut dan tepung ketan. Penggunaan tepung ketan bisa juga diganti dengan tepung sagu atau tepung kanji.

Bisa jadi asal nama "kue sagon" berasal dari pemakaian tepung sagu sebagai salah satu bahan utama kuenya. Kue sagon kelapa memiliki cita rasa yang enak di lidah, manis, gurih serta aromanya yang mewangi. Kue sagon kelapa ini selain dinikmati sebagai camilan teman minum teh atau kopi, juga bisa disuguhkan sebagai kue kering hari raya.

Kue Sagon Kelapa

BAHAN :
300 gr kelapa parut panjang, disangrai
250 gr tepung ketan
1/2 sdt teh garam
175 gr gula pasir
50 ml air

CARA MEMBUAT :
1. Campur kelapa, tepung ketan, gula pasir. Basahkan dengan air sedikit-sedikit. Aduk rata.
2. Ambil 1 sendok makan adonan. Isi ke dalam cetakan oval atau bulat. Padatkan setebal 1 cm.
3. Keluarkan adonan dan letakkan di atas loyang kue kering yang diolesi margarin secukupnya.
4. Panggang dalam oven dengan suhu 150 °C selama 25 menit sampai kering dan matang.
5. Biarkan kue sagon kelapa ini sampai mendingin baru kemudian disimpan dalam stoples.
0

Kue Nastar

Walaupun bukan merupakan kue asli Indonesia, kue nastar merupakan kue yang sudah sangat populer di bumi nusantara karena disukai oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Kue nastar aslinya merupakan kue dari negara Belanda yang diperkenalkan ke Indonesia seiring dengan kolonialisasi Belanda di tanah air.

Nama "kue nastar" yang populer kita kenal dalam bahasa Indonesia diambil dari kata "ananas taartjes", nama kue ini dalam bahasa Belanda, yang secara harafiah kurang lebih berarti "kue nanas".

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, kue nastar merupakan salah satu kue kering khas yang sering disuguhkan kepada para kerabat dan tamu yang datang bersilahturahmi. Selain Hari Raya Idul Fitri, kue nastar juga hadir sebagai suguhan kue kering pada saat Hari Natal dan juga Tahun Baru Imlek.

Dewasa ini, dengan alasan kepraktisan dan waktu, kue nastar biasanya dibeli jadi karena kue nastar sangat mudah ditemukan dijual dalam kemasan toples plastik di toko roti, toko kue, dan pasar swalayan.

Jika biasanya Anda hanya membeli jadi kue nastar selama ini, tidak ada salahnya untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini Anda bisa mencoba untuk membuatnya sendiri jika memiliki waktu lebih.

Bagi Anda yang tertarik untuk membuat kue nastar ini, silakan dicoba resep kue nastar berikut ini.

Kue Nastar

BAHAN ADONAN KUE :
800 gr tepung terigu
500 gr mentega atau margarin
100 gr gula halus untuk kue
100 gr keju "cheddar"
4 butir kuning telur
2 butir kuning telur untuk bahan olesan
1 bungkus vanili
1 potong kecil kayu manis

BAHAN SELAI NANAS :
1 buah nanas matang
300 gr gula pasir

CARA MEMBUAT :
UNTUK SELAI NANAS :
1. Nanas dikupas dan diparut atau dipotong kecil kemudian diblender.
2. Masukkan gula pasir dan masak sampai matang dan kental.
3. Dinginkan, kemudian dibuat bulatan-bulatan kecil sebesar kelereng.

UNTUK ADONAN KUE :
1. Siapkan loyang berbentuk persegi panjang dan olesi dengan mentega/margarin.
2. Kocok 4 kuning telur dengan gula halus dan mentega/margarin hingga mengembang.
3. Masukkan parutan keju ke dalam adonan.
4. Masukkan terigu dan vanili.
5. Aduk-aduk hingga membentuk adonan yang bisa dibulatkan.
6. Bulatkan kue dengan tangan hingga berukuran lebih kecil dari ukuran bola pingpong.
7. Masukkan bulatan selai nanas ke dalam bulatan kue.
8. Olesi permukaan kue dengan kuning telur.
9. Tata kue di dalam loyang dan panggang di dalam oven pada temperatur 160°C selama +/- 15 menit sampai matang.

Untuk : 40 buah
0

Kue Bangkit

Kue bangkit, atau kue bangket, merupakan kue tradisional khas Melayu. Bisa dengan mudah ditemukan di Semenanjung Malaysia dan Sumatera, terutama Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Sumatera Barat.

Kue bangkit menjadi salah satu kue khas yang disajikan pada momen Hari Raya Idul Fitri. Bahkan orang Tionghoa di daerah-daerah tersebut juga menjadikan kue bangkit ini sebagai salah salah kue khas yang disajikan pada saat perayaan Tahun Baru Imlek, sehingga di sini terjadi semacam silang budaya yang erat dan harmonis antara etnis Melayu dan Tionghoa.

Dinamakan kue bangkit karena ukuran dari kue ini setelah matang dan dikeluarkan dari oven bisa berukuran dua kali lipat dari ukuran adonan semula.

Warna kue bangkit ini putih kekuningan dan kadang dipercantik dengan diberi noktah berwarna merah di atasnya. Tekstur kue bangkit sangat halus dan gampang remuk. Kue bangkit akan lumer di dalam mulut dan mempunyai rasa yang renyah ketika dikunyah. Rasanya yang manis menjadi daya tarik bagi anak-anak.

Kue Bangkit

BAHAN :
550 gr tepung tapioka, disangrai (bisa juga memakai tepung sagu)
(Setelah disangrai, ambil 420 gr untuk adonan, sisanya untuk menaburi cetakan supaya tidak lengket)
8 lembar daun pandan, potong menjadi 3 bagian
2 butir kuning telur
170 gr gula halus
140 – 160 ml santan (disesuaikan kadar kekeringan tepung)
Pewarna untuk menghias

CARA MEMBUAT :
1. Sangrai tepung bersama dengan potongan-potongan daun pandan dalam wajan selama 75 menit menggunakan api kecil, hingga tepung menjadi sangat ringan dan sedikit menguning serta daun pandan menjadi garing. Dinginkan.
2. Alasi loyang dengan margarin. Panaskan oven pada suhu 160°C.
3. Kocok kuning telur hingga mengembang, masukkan gula halus dan tambahkan 70-80 ml santan. Kocok hingga rata.
4. Ayak tepung ke atas baskom bersih. Masukkan adonan telur dan gula halus.
5. Secara bertahap, masukkan sisa santan, aduk dengan tangan sampai adonan menjadi merata dan cukup kokoh untuk dicetak, tidak terlalu kering ataupun terlalu basah.
6. Giling adonan setebal 1-1,5 cm. Beri sedikit tepung pada cetakan (bisa menggunakan kuas), cetak adonan dengan bentuk bunga atau lainnya sesuai selera kemudian letakkan di atas loyang. Susun dan rapikan. Ulangi sampai semua adonan habis.
7. Panggang dalam oven selama +/- 25 menit pada suhu 160°C.
8. Setelah matang, keluarkan dan dinginkan, kemudian beri sedikit pewarna untuk hiasan. Simpan dalam stoples yang tertutup rapat agar tetap renyah dan tahan lama.
0

Kue Akar Kelapa

Memang unik dan spesial nama kue camilan tradisional nusantara yang satu ini. Dinamakan kue akar kelapa karena bentuknya memang mirip dengan akar kelapa yang bergelombang penuh liukan. Kue akar kelapa juga dikenal dengan nama lain yakni kue kaktus, karena menyerupai batang pohon kaktus yang bergerigi (berduri). Ada juga yang menyebut kue ini dengan nama kue akar pinang.

Karena pembuatannya dengan cara digoreng, maka kue akar kelapa ini tahan lama dan bisa dibuat dalam jumlah banyak sekaligus. Selain praktis sebagai teman minum teh atau kopi di saat santai bersama keluarga, kue akar kelapa yang renyah dan gurih ini sangat cocok disuguhkan kepada para kerabat dan tamu sebagai kue lebaran di hari nan fitri nanti di samping kue-kue lebaran lainnya.

Silakan dicoba karena bahan-bahan yang diperlukan tidak banyak dan cara membuatannya cukup mudah dan sederhana.

Kue Akar Kelapa

BAHAN :
450 gr tepung ketan
100 gr gula pasir
100 gr margarin
3 butir telur
100 ml air

CARA MEMBUAT :
1. Kocok telur dan gula pasir dengan garpu sampai gula larut.
2. Masukkan tepung ketan, aduk rata, kemudian tambahkan margarin dan uleni hingga kalis.
3. Masukkan adonan ke dalam cetakan/corong dengan ujung bermotif bintang/begerigi. Cetak dengan menekan adonan keluar dari corong dan potong dengan panjang sekitar 5 cm.
4. Goreng kue sampai berwarna kuning kecokelatan.

Untuk : 600 gram
0

Kue Pisang Hijau

Kue pisang hijau yang tampilannya berbentuk seperti bubur ini sebenarnya merupakan perpaduan antara kue dan es dalam penyajiannya, karenanya populer juga dikenal dengan nama es pisang hijau, es pisang ijo atau bubur pisang hijau. Kue pisang hijau ini merupakan makanan khas dari daerah Sulawesi Selatan, terutama di kota Makassar. Sebenarnya kue pisang hijau ini bisa dikatakan merupakan nama lain atau sejenis dengan kolak pisang gulung.

Beberapa tahun belakangan, es pisang hijau menjadi sangat populer dan banyak disukai karena rasa pisangnya yang legit dan esnya yang segar sehingga menjadi peluang usaha kuliner baru yang tumbuh subur di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Memasuki bulan suci Ramadhan 1433 H yang tinggal beberapa hari lagi, kue pisang hijau ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif hidangan ringan dan manis pembuka puasa nanti. Puasa selain untuk memenuhi kewajiban agama, seringkali membawa makna tersendiri bagi kebersamaan keluarga. Bisa berkumpul bersama keluarga di saat berbuka puasa pasti membawa kesan mendalam, apalagi ditemani es pisang hijau yang segar ini hasil karya sendiri.

Kue Pisang Hijau

BAHAN PISANG HIJAU :
6 buah pisang raja matang
175 gr tepung beras, ayak
50 gr tepung sagu
100 ml air daun suji
300 ml air
1/2 sdt garam
1/2 tetes pewarna hijau

BAHAN BUBUR/SAUS :
800 ml santan dari 1 butir kelapa parut
50 gr tepung beras
75 gr gula pasir
1 lembar daun pandan, simpulkan 1/4 sdt garam

BAHAN PELENGKAP :
Es Serut secukupnya
100 ml sirup cocopandan, siap pakai (bisa menggunakan sirup rasa lain, sesuai selera)
100 ml susu kental manis

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan tepung beras, garam, air, air daun suji, dan pewarna hijau, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga mendidih sambil aduk-aduk agar adonan tidak berbutir. Angkat.
2. Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil aduk-aduk hingga kalis. Bagi adonan menjadi 6 bagian. Bulatkan dan tipiskan hingga 1/2 cm.
3. Balut setiap pisang dengan adonan tepung beras hingga semua bagian tertutup rata.
4. Rebus pisang dalam air mendidih hingga mengapung dan adonan matang. Angkat. Tiriskan. Sisihkan.
5. Untuk Bubur : Campurkan santan, tepung terigu, gula pasir, daun pandan dan garam, aduk rata. Masak di atas api sedang sambil aduk-aduk hingga kental. Angkat.
6. Untuk Penyajian : Potong-potong pisang hijau. Letakkan di atas piring saji. Tuangkan bubur. Tambahkan es serut, sirup, dan susu kental manis.
7. Es pisang hijau siap disajikan dan dinikmati.

Untuk : 6 porsi
0

Kue Pisang Kelapa

Kue pisang kelapa jelas merupakan kue tradisional Indonesia yang penuh dengan nuansa dan cita rasa khas nusantara karena bahan utama kue ini yakni pisang dan kelapa merupakan bahan pangan yang tersedia melimpah di bumi nusantara yang secara tradisional banyak digunakan untuk membuat beraneka ragam kue dan penganan tradisional khas Indonesia yang enak dan disukai berbagai kalangan masyarakat.

Kue Pisang Kelapa

BAHAN :
200 gr kelapa setengah tua, parut memanjang
2 buah pisang raja matang, iris serong
80 gr tepung beras
200 ml santan kental
1 sdt garam
80 gr gula pasir
50 gr tepung terigu
200 ml santan untuk adonan
2 butir telur
Minyak untuk olesan

CARA MEMBUAT :
1. Campur santan dan tepung terigu, kemudian masak hingga mengental, aduk rata, angkat.
2. Campur tepung terigu yang telah dimasak dengan kelapa parut, tepung beras, gula pasir, dan garam, aduk rata. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk.
3. Panaskan cetakan kue carabikang, olesi dengan minyak.
4. Masukkan adonan ke dalam cetakan hingga penuh, lalu tutup. Panggang dengan api kecil hingga setengah matang, tata atasnya dengan sepotong pisang, masak sebentar, angkat.
5. Sajikan panas dengan ditaburi gula pasir.

Untuk : 15 buah

Foto : NOVA
0

Kue Kremes

Dari namanya, kita sudah bisa membayangkan kue kremes ini merupakan kue yang renyah, gurih yang sudah pasti terasa kremesnya "kres...kres.." ketika digigit. Kue camilan yang satu ini rasanya manis dan berwarna kecokelatan yang berasal dari penggunaan gula merah. Kue kremes masih banyak digemari dan mudah ditemukan di toko atau warung yang menjual makanan tradisional.

Karena bentuknya yang menyerupai sarang burung, di Sumatera orang menyebutnya kue sarang balam, nama sejenis burung. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kue kremes lebih dikenal dengan nama kue carang emas atau gerubi. Selain itu, kue kremes ini juga dikenal dengan nama kue cakar ayam. Kue kremes ini mudah dalam pembuatannya dengan bahan-bahan yang sederhana.

Kue Kremes

BAHAN :
1 kg ubi jalar
200 gr gula merah, iris halus
1500 ml air untuk merendam
1,5 sdt garam halus
Minyak untuk menggoreng

CARA MEMBUAT :
1. Kupas dan potong ubi jalar dengan menggunakan pisau tipis dan tajam menjadi irisan halus. Rendam dengan larutan air garam agar ubi tidak berubah warna kebiruan karena getah. Tiriskan.
2. Panaskan 60 ml minyak di dalam wajan cekung anti lengket. Goreng 60 gr ubi hingga kuning dan hampir kering.
3. Tambahkan 1 sdm irisan gula merah, aduk hingga gula mencair dan tercampur dengan ubi. Angkat.
4. Ambil sejumput ubi goreng yang masih hangat, bentuk secara cepat dalam mangkuk menjadi bulatan-bulatan. Dinginkan hingga kue mengeras.
5. Lakukan sampai seluruh ubinya habis diolah.
6. Kue kremes siap disajikan sebagai camilan atau bisa disimpan di dalam stoples kedap udara agar tahan lama dan menjaga kerenyahannya.

Untuk: 30 buah
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com