Pages

Kue Lapis Sagu Susu Berbintik

Kue lapis sagu atau dikenal juga dengan nama kue pepe adalah salah satu kue tradisional khas Betawi. Kue pepe memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, berlapis-lapis dengan warna yang menarik, dan rasanya manis serta lengket karena penggunaan bahan utama berupa tepung sagu. Di kalangan masyarakat Betawi, kue lapis sagu sering disajikan pada saat hajatan, tahlilan, dan syukuran. Tampilannya memang mirip dengan kue lapis pada umumunya tetapi adonan kue ini sedikit lengket, kenyal, dan berwarna cerah.

Ciri khas kue lapis sagu atau kue pepe ini adalah penggunaan susu kental manis dan tampilannya yang berbintik-bintik pada lapisan kue yang berwarna putih.

Kue Lapis Sagu Susu Berbintik
BAHAN:
50 gr tepung terigu
500 gr tepung sagu
450 gr gula pasir
1,5 lt santan kental
100 ml susu kental manis
1/2 sdt garam
Pewarna merah dan hijau secukupnya

CARA MEMBUAT:
1. Campur tepung sagu, tepung terigu, gula pasir, susu kental manis, garam, dan santan. Aduk rata. Saring adonan agar halus.
2. Ambil 1/5 bagian adonan, beri pewarna hijau sedikit, aduk rata, sisihkan.
3. Ambil 5 sdm adonan putih, bagi menjadi dua, masing-masing beri pewarna merah dan hijau, sisihkan.
4. Panaskan panci pengukus, olesi loyang ukuran 18x18 cm dengan plastik dan minyak, kemudian panaskan. Tuang 1 sendok sayur dalam loyang, kukus hingga matang dan lapisan bening, tuang kembali adonan tepung, sampai tiga kali.
5. Kemudian tetesi dengan adonan merah dan hijau, matangkan hingga pewarna menempel pada lapisan.
6. Tuang lagi 1 sendok sayur, ulangi sampai 3 kali, tetesi dengan adonan merah dan hijau, begitu seterusnya hingga adonan habis dan menjadi lapisan-lapisan.
7. Terakhir tuangkan lapisan hijau paling atas, matangkan, angkat, dinginkan.
8. Balik dari loyang, lalu potong sesuai selera, sajikan.

Untuk: 16 potong
0

Kue Talam Tepung Hunkue

Hunkue atau tepung kacang hijau bisa diolah menjadi berbagai pengangan atau kue yang enak, salah satu di antaranya kue talam tepung hunkue. Kue talam tepung hunkue ini terdiri dari dua lapisan berwarna cokelat dan putih, dengan warna cokelat berasal dari penggunaan bahan gula jawa. Kue talam tepung hunkue dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis gurih ini cocok menjadi salah satu pilihan penganan untuk berbuka puasa.

Kue Talam Hunkue

BAHAN:
Untuk adonan cokelat:
1 peres cangkir tepung hunkue
200 gr gula jawa atau semanisnya
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
6 cangkir santan kekentalan sedang

Untuk adonan putih:
1/4 cangkir tepung hunkue
1,5 cangkir santan kental
1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT:
Untuk Adonan Cokelat:
1. Masak gula jawa dengan 1 cangkir santan sampai larut, lalu saring. Campur tepung hunkue dengan 1 cangkir santan sampai rata, diamkan.
2. Masak 4 cangkir santan yang tersisa dengan garam sampai mendidih, campurkan gula jawa, lalu masukkan larutan tepung hunkue, aduk-aduk sampai kental dan matang.
3. Bubuhi gula pasir, aduk-aduk sampai gulanya larut, angkat, lalu tuangkan adonan ini di loyang persegi, ratakan permukaannya.

Untuk Adonan Putih:
1. Campur semua bahan adonan putih, aduk-aduk di atas api sampai kental dan matang, lalu tuangkan di atas adonan cokelat, ratakan.
2. Potong-potong kue setelah dingin.
0

Bluder Tapai Singkong

Bluder adalah nama sejenis roti yang berkembang pada zaman kolonial Belanda. Ciri khas roti ini adalah teksturnya yang sangat empuk dan jika disobek akan kelihatan serat rotinya. Bluder tapai termasuk salah satu kue Indonesia populer, yang merupakan modifikasi keik atau roti bercita rasa Barat yang dipadukan dengan bahan tradisional nusantara, yakni tapai singkong dan santan.

Bluder Tapai
BAHAN :
100 gr tepung terigu
200 gr gula pasir
7 kuning telur + 2 putih telur
125 gr margarin, kocok hingga lembut
300 gr tapai singkong, haluskan, campur dengan 2 sdm santan kental
2 putih telur, kocok sampai kaku
Kismis atau kenari sesuai selera (bisa dikombinasikan juga dengan keju atau almon/badam)

CARA MEMBUAT :
1. Pasang oven pada suhu 180 °C, olesi loyang berukuran 20 x 20 cm dengan margarin dan taburi tepung terigu.
2. Kocok gula pasir dan semua telur sampai mengembang. Masukkan margarin, tepung, dan campuran tapai singkong, aduk rata.
3. Masukkan putih telur kocok, aduk rata. Tuangkan ke dalam loyang, panggang +/- 25 menit sampai matang dan kecokelatan.

Catatan: Irisan kismis atau kenari cincang bisa ditaburkan setelah adonan berada +/- 20 menit dalam oven.
0

Keukarah alias Kue Karah

Keukarah atau dalam bahasa Indonesia disebut kue karah, adalah salah satu kue tradisional khas Aceh yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan. Ciri khas kue kering ini adalah bentuknya yang unik menyerupai sabit dan berserabut seperti sarang burung.

Kue ini sering dijumpai pada pesta pernikahan sebagai hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Selain itu, kue kering dengan tekstur yang renyah dan bercita rasa manis ini juga hadir pada berbagai acara adat istiadat dan kenduri Aceh, dan pada saat hari raya Idul Fitri. Kue ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Aceh karena bentuknya yang unik tersebut.

Keukarah alias Kue Karah
BAHAN:
500 gr tepung beras
100 gr gula pasir
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya

CETAKAN:
Batok kelapa dengan lubang yang banyak (cetakan kue karah)

CARA MEMBUAT:
1. Siapkan wadah. Campur semua bahan. Aduk rata.
2. Siapkan cetakan. Masukkan adonan ke dalam cetakan.
3. Siapkan wajan. Panaskan sedikit minyak. Cetak adonan berbentuk bulan sabit langsung di atas wajan. Goreng hingga matang. Angkat dan tiriskan.

Untuk: 20 buah
0

Kue Sari Muka Lakatan

Kue sari muka lakatan dikenal juga dengan nama kue ketan sarikaya gula merah, atau wadai sari muka lakatan dalam bahasa Banjar, adalah salah satu kue basah tradisional khas Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Nama kue ini berasal dari kata "sari muka" yang berarti "sari dari pohon aren", dan "lakatan" yang berarti "ketan". Biasanya kue ini dikonsumsi bersamaan dengan kegiatan hari besar keagamaan Islam, pada saat bulan Ramadan sebagai takjil berbuka puasa, acara pernikahan, dan acara kemasyarakatan lainnya. Sementara di Malaysia kue ini dikenal dengan nama kuih seri muka gula melaka atau kuih seri muka gula merah.

Tampilan kue ini memiliki kemiripan dengan kue lapis ketan sarikaya. Perbedaannya terletak pada warna kue lapisan, dengan kue lapis ketan sarikaya berwarna hijau karena menggunakan bahan daun pandan dan suji, sedangkan kue seri muka lakatan berwarna kecokelatan yang berasal dari penggunaan bahan gula merah.
Kue Sari Muka Lakatan
BAHAN:
500 gr beras ketan
300 gr gula merah, sisir
300 gr gula pasir
9 butir telur
1/4 sdt vanili
1/2 sdt garam
500 ml santan kental dari 2 butir kelapa

CARA MEMBUAT:
1. Cuci bersih ketan, tiriskan. Kukus ketan sampai setengah matang, campur 150 ml santan dengan ketan kukus, aduk rata.
2. Kukus ketan dalam dandang panas selama 30 menit, angkat. Masukkan dalam loyang yang telah dialasi dengan plastik, sisihkan.
3. Campur gula merah, gula pasir, telur, garam, dan vanili, kocok sampai mengembang. Tuang adonan telur di atas ketan, lalu kukus dalam dandang panas dengan api kecil selama 1 jam atau sampai kue matang.
4. Setelah kue mulai mendingin, potong-potong kue dengan pisau yg dilapisi plastik atau yg dibasahi dulu dengan air. Sajikan.

Untuk: 20 Potong
0

Kue Malam

Dilihat dari bahan dan cara membuat kue malam ini, bisa disimpulkan kue malam termasuk salah satu kue tradisional nusantara yang paling sederhana dan mudah dalam proses pembuatannya. Belum ada sumber referensi yang bisa diperoleh untuk menjelaskan asal-usul nama kue ini atau mengapa dinamakan kue malam.
Kue Malam
BAHAN:
2 gelas tepung terigu
1,25 gelas santan yang sedang kentalnya
1 sdt garam
75 gr gula pasir
100 gr gula jawa

CARA MEMBUAT:
1. Masak santan, garam, gula pasir, dan gula jawa sampai larut, lalu saring. Jika sudah setengah dingin, pakai campuran ini untuk mengadoni tepung terigu.
2. Tuang di loyang yang sudah dipulas mentega, lalu kukus sampai matang sekitar 1 jam.
3. Dinginkan, kemudian potong-potong.
0

Kue Siput alias Kue Garpu

Kue nusantara yang satu ini memiliki nama yang cukup unik, kue siput karena bentuknya yang menyerupai siput. Juga dikenal dengan nama kue garpu karena bentuk siputnya dihasilnya dengan menggunakan garpu. Dari segi rasa dan tekstur, kue siput ini memiliki rasa gurih, renyah, dan sedikit asin. Rasa gurihnya terutama berasal dari bahan santan kental dan mentega yang digunakan.

Kue siput alias kue garpu ini cocok disajikan sebagai salah satu kue kering untuk menyemarakkan suasana perayaan di hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, dan bisa juga untuk suguhan Tahun Baru Imlek. Selain itu, kue siput ini juga bisa menjadi camilan yang menyenangkan di saat-saat santai di rumah sambil menonton acara televisi.
Kue Siput alias Kue Garpu
BAHAN :
150 gr tepung terigu
50 gr tepung tapioka
1 sdm mentega
50 ml santan kental
1 sdt garam
1/2 sdt penyedap rasa
1 helai daun seledri (iris halus)
1/2 liter minyak goreng

CARA MEMBUAT:
1. Campurkan tepung terigu dan tapioka. Setelah itu, masukkan garam dan penyedap rasa. Lalu masukkan santan dan mentega, aduk adonan sampai kalis.
2. Masukkan irisan daun seledri, aduk rata, sisihkan.
3. Ambil sedikit adonan, kemudian pipihkan dengan garpu, gulung. Ulangi sampai adonan habis.
4. Goreng adonan sampai matang dan kecokelatan. Angkat dan sisihkan.
5. Simpan ke dalam stoples-stoples cantik yang telah disiapkan sebelumnya.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com